Golden Hour vs Blue Hour: Waktu Terbaik Foto Traveling untuk Hasil Keren

 

1. Apa Itu Golden Hour dan Blue Hour?

Dalam dunia fotografi traveling, waktu pemotretan adalah faktor yang sangat menentukan kualitas foto. Dua momen yang sering diburu fotografer adalah golden hour dan blue hour.

  • Golden Hour adalah periode sekitar satu jam setelah matahari terbit dan satu jam sebelum matahari terbenam. Saat itu cahaya matahari hangat, lembut, dan jatuh miring sehingga menciptakan bayangan panjang yang dramatis.

  • Blue Hour adalah periode singkat setelah matahari terbenam atau sebelum matahari terbit, ketika langit memancarkan nuansa biru tua yang menenangkan. Cahaya pada saat ini jauh lebih lembut, seringkali bercampur dengan lampu kota atau cahaya bulan.

Dua momen ini sama-sama spesial, tetapi hasil fotonya bisa sangat berbeda.

golden hour

2. Perbedaan Karakter Cahaya

Perbedaan utama golden hour dan blue hour terletak pada warna cahaya dan suasana foto yang dihasilkan.

  • Golden Hour → Warm Tone
    Cahaya berwarna kuning keemasan. Foto terlihat hangat, romantis, dan penuh energi. Bayangan panjang menambah dimensi pada foto landscape maupun portrait.

  • Blue Hour → Cool Tone
    Langit biru keunguan memberikan kesan tenang, misterius, bahkan dramatis. Cocok untuk cityscape dengan tambahan cahaya lampu kota yang berkilau.

Bisa dibilang, golden hour menciptakan suasana cerah penuh harapan, sedangkan blue hour menghadirkan ketenangan dan misteri.

Blue Hour identik dengan cool tone

3. Situasi Terbaik untuk Masing-Masing

Golden Hour

📸 Cocok untuk:

  • Landscape: gunung, pantai, padang rumput. Cahaya miring memberi kedalaman.

  • Portrait: wajah terlihat lembut, tidak keras seperti cahaya tengah hari.

  • Foto traveling santai: jalan-jalan pagi atau sore dengan suasana hangat.

Tips: gunakan sinar matahari sebagai backlight untuk mendapatkan siluet dramatis atau rim light yang memberi efek glowing di rambut/objek.

Blue Hour

📸 Cocok untuk:

  • Cityscape: gedung-gedung dengan lampu kota akan terlihat indah di latar langit biru.

  • Long Exposure: memotret lampu kendaraan, bintang, atau refleksi air dengan tripod.

  • Arsitektur dan landmark: cahaya buatan bercampur dengan nuansa biru menciptakan efek elegan.

Tips: gunakan tripod agar foto tetap tajam, karena pencahayaan saat blue hour relatif minim.


4. Setting Kamera Sederhana

Tidak perlu ribet, pemula bisa mulai dengan pengaturan berikut:

  • Golden Hour

    • Mode: Aperture Priority (A/Av)

    • Aperture: f/2.8 – f/5.6 (portrait), f/8 – f/11 (landscape)

    • ISO: 100–400

    • White Balance: “Daylight” atau “Cloudy” untuk mempertahankan warna hangat

  • Blue Hour

    • Mode: Manual atau Shutter Priority (S/Tv)

    • Shutter Speed: 1–10 detik (untuk long exposure, gunakan tripod)

    • Aperture: f/8 – f/11

    • ISO: 100–800 (naikkan bila tanpa tripod)

    • White Balance: “Tungsten” untuk nuansa biru pekat, atau “Auto” bila ingin warna lebih natural


5. Contoh Hasil Foto Keduanya

  • Golden Hour:
    Foto siluet orang berjalan di pantai dengan langit oranye keemasan. Gunung atau perbukitan tampak berlapis karena cahaya miring. Portrait traveler terlihat glowing alami tanpa perlu edit berlebihan.

Golden hour, warm tone

  • Blue Hour:
    Cityscape Singapura atau Tokyo dengan gedung bercahaya kontras terhadap langit biru gelap. Jalanan kota dengan lampu kendaraan membentuk garis cahaya indah. Atau sebuah masjid dengan lampu sorot menyala yang memantul di permukaan air.

Blue hour, cool tone

Keduanya sama-sama indah, hanya beda suasana.

6. Kesimpulan: Pilih Sesuai Mood Perjalanan

Golden hour dan blue hour adalah waktu terbaik untuk fotografi traveling. Bedanya, golden hour menghadirkan kehangatan, kehidupan, dan energi, sementara blue hour memberi ketenangan, misteri, dan dramatisasi cahaya buatan.

Kalau ingin foto bernuansa cerah dan romantis, pilih golden hour. Tapi kalau ingin kesan magis dan elegan, tunggu hingga blue hour.

Intinya, tidak ada yang lebih baik—semua tergantung cerita yang ingin kamu sampaikan dari perjalananmu.

Jadi, saat traveling berikutnya, cobalah bangun lebih pagi atau tahan sebentar setelah sunset. Kamu akan menemukan dua dunia cahaya yang berbeda, dan kamera menjadi saksi keindahannya.



Comments